YUK
MULAI JUALAN DI FACEBOOK ,KENAPA BELAJAR JUALAN ITU PENTING?
Sadarkah
Anda. . . ???
Jualan adalah salah satu aktivitas terpenting
dalam sebuah bisnis.
Jika bisnis di ibaratkan tombak, maka jualan
adalah ujung tombaknya.
Kalau penjualannya tajam, bisnisnya bagus.
Jika penjualannya tumpul, bisnisnya juga ikut-ikutan tumpul.
Salah seorang Guru Saya yang merupakan salah
satu Pengusaha Sukses di Indonesia berpesan . .
“Yang membedakan bisnis besar dengan bisnis
kecil itu ada di angka penjualannya”
Bisnis besar mampu mencetak hasil penjualan
yang nilainya fantastis. Membuat kita geleng-geleng berdecak kagum.
“Besarnya Suatu Bisnis Dinilai Dari Berapa
Besar Angka Penjualannya”
Lagipula, coba pikir baik-baik.
Kalau tidak jualan, bagaimana caranya uang
masuk ke dalam bisnis?
Pintu masuk uang ke dalam bisnis, ya lewat
transaksi, lewat jualan, paham kan?
Guru Saya yang lain, berprofesinya sebagai
Internet marketer berpesan “Bisnis itu masalahnya banyak,
dan jika kamu di hadapakan oleh banyak
masalah dalam bisnis, maka yang paling pertama harus diselesaikan
adalah masalah penjualan. Karena ketika
masalah penjualan selesai, biasanya masalah lainnya ikutan selesai”
Percuma jika bisnis kita memiliki tim yang
hebat, produk yang bagus, sistem yang keren kalau gak ada
penjualannya, iya kan?.
Dengan ini artinya, jelas sudah, posisi
jualan sangat penting dalam sebuah bisnis.
Jualan. . Inilah aktivitas yang membuat uang
masuk rekening.
Suka atau tidak suka kita harus menerima
kenyataan bahwa bisnis bermasalah jika
jualan bermasalah.
Selain bisnis yang bermasalah, rekening juga
bermasalah kalau jualannya bermasalah, hehe.
Kesimpulannya, belajar jualan untuk kemajuan
bisnis itu wajib.
Teramat banyak bisnis yang tutup karena
bermasalah di penjualannya. Anda gak mau kan bisnis nya tutup?
Menariknya, penghasilan Anda akan naik
sebanyak hasil jualan yang bisa Anda dapatkan. Asik kan?
Setelah membaca ini, Anda makin sadar belajar
jualan itu penting.
Yang perlu di pahami bersama,
Tidak ada orang yang tidak bisa jualan, semua
orang bisa jualan.
Jualan adalah skill, siapapun bisa melatihnya
dengan bakat atau tanpa bakat.
Ini hanya soal kemauan, mau atau tidak .
Nah, jadi bagaimana cara benar jualan? Yuk
balik halaman selanjutnya.
APA YANG ORANG BELI DARI ANDA?
Hal pertama yang perlu kita pahami saat
jualan adalah kita perlu memaknai dengan benar apa produk yang sebenarnya
kita jual.
Jika kita paham apa yang sebenarnya kita
jual, maka kita akan mampu membuat calon pembeli ikutan paham, dan
ujungujungnya membuat mereka jadi
pembeli.
Sayangnya, masih banyak orang yang masih
salah dalam memaknai produknya.
Ujung-ujungnya, karena salah paham,
penjualannya macet, bisnisnya pun ikutan macet.
“Jadi apa yang Anda jual?”
Jika Anda dapat pertanyaan diatas, lalu jawaban
Anda adalah jual baju, jual makanan, jual buku, jual lisensi,
jual rumah, jual mobil, jual spare part, jual
kursus, lebih baik definisikan ulang produk Anda.
Jika Anda beranggapan yang Anda jual adalah
“barang”, maka itu cara pikir yang tidak sepenuhnya benar.
Perhatikan ya,
Saat orang ingin membeli suatu produk, yang
mereka cari bukan “bentuknya”. Mereka mencari nilai di balik produk itu.
Nilai ini disebut dengan Value.
Gambarannya seperti ini. .
Pembeli tidak membeli baju, mereka membeli
Model.
Mereka tidak membeli makanan, mereka membeli
rasa.
Mereka tidak membeli kendaraan, mereka
membeli fasilitas.
“Pembeli tidak membeli Produk, Mereka Menukar
Uangnya dengan Value”
Ingat, yang orang cari dalam produk kita
adalah value. Terkadang value juga bisa di sebut manfaat.
Sayangnya kebanyakan penjual hanya
menyodorkan produknya, bukan manfaatnya.
Padahal yang dicari pembeli adalah manfaat,
ya pantas jualannya gak laku-laku, hehe.
Pada dasarnya orang-orang ingin masalahnya selesai,
keinginannyanya terpenuhi, kebutuhannya tercukupi, nah ini yang
mereka tukar dengan uang.
Mereka tidak mencari barang murah, barang
diskon, barang cuci gudang, barang gratisan, tidak. Sekali lagi, yang mereka
cari adalah value atau manfaat yang ada dari
produk yang kita tawarkan.
Jadi, yuk ah jangan terjebak dalam bentuk
produk. ^^
Temukan value produk kita, dan tawarkan
kepada mereka yang membutuhkan.
Lalu bagaimana cara menemukan Value produk
Anda?
Jawab pertanyaan di bawah ini ya.
1. Sebutkan 5 kelebihan produk Anda di
banding produk sejenis? 2. Apa masalah yang bisa diselesaikan produk Anda? 3.
Apa keinginan pembeli yang terpenuhi setelah
memiliki produk Anda? 4. Apa ketakutan
terbesar pembeli yang hilang
setelah memiliki produk Anda? 5. Apa impian terbesar pembeli yang bisa di
wujudkan produk Anda?
Setelah menemukan value produk, saatnya
berjualan. .
5 ATURAN DASAR PENJUALAN
Berdasarkan pengamatan saya, ada 5 hal yang
membuat sebuah penjualan itu tidak menghasilkan transaksi. Nah, jika 5
hal ini dilakukan ya itu, kita hanya akan
dapat capek, jualan gak lakulaku, ada yang nanya tapi gak closing-closing,
dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
Saya menyebut ini Kesalahan Utama saat jualan. Apa sajakah itu?
1. Menawarkan produk ke bukan Target pasarnya
2.
Ingin cepat Closing sebelum adanya Trust
3. Promosi di Media
yang salah atau cara promosinya salah
4.
Ingin hasilnya banyak, tapi prospeknya sedikit, dan
5.
Menawarkan barang dengan keraguan
Yuk kita bahas satu-satu ya. ,,,,,
Pernah merasa gak? saat promosi tidak ada
satupun yang merespon, jangankan dapat pembeli, yang tanya-tanya saja
tidak ada.
Atau pernah gak? Anda merasa produknya sudah
keren, penawarannya sudah mantap, cara jualannya sudah benar,
Anda
juga memberikan bonus yang menggiurkan dan menggetarkan jiwa, tapi saat jualan
hasilnya krik krik krik,
alias gak ada yang peduli.
Pernah?
Jika itu yang pernah Anda alami, itu artinya
Anda sedang menawarkan produk Anda ke orang yang salah.
Anda sedang berusaha menjuali produk Anda ke
orang yang tidak peduli dengan apapun yang Anda jualan.
Orang yang Anda tawari tidak cuek, hanya saja
mereka tidak respon karena mereka bukan Target pasar Anda.
Disadari atau tidak, setiap produk punya
target pasar yang spesifik.
Produk mahal ada pasarnya tersendiri, produk
murah juga ada pasarnya sendiri. Ada produk khusus pria, ada produk khusus
wanita. Ada produk untuk usia tertentu, ada
produk untuk kondisi tertentu. Beda produk beda target pasarnya
Karena itu, jualah produk Anda ke orang-orang
yang mungkin memiliki minat terhadap produk tersebut. Ini sangat
dasar sekali.
“Jangan Pernah Menjual Sesuatu Ke Orang Yang
Tidak Ada Minat Terhadap Produk Kita, Capek.”
Kita harus sadar, semua orang bukan calon
pembeli kita.
Kita tidak bisa menawarkan produk kita ke
semua orang atau ke sembarangan orang.
Jika Anda menawarakan ke semua orang, itu
artinya Anda tidak menawarkan ke siapapun.
Sebaliknya, jika Anda tahu siapa target pasar
Anda dan Anda menawarkan produk Anda ke mereka, itu akan memudahkan
Anda menuju closing.
Menjuali ke orang yang bukan targetnya itu
susah-susah gampang, tapi menjuali ke orang yang memang tertarik jelas
lebih gampang. Mana pilihan Anda?
Lalu Apa Solusinya?
1. Tentukan dengan spesifik siapa Target
pasar Anda. Semakin detail semakin bagus. Berapa Umurnya? Apa Pekerjaan? Jenis
Kelamin? Cara mengambil keputusan?
Karakternya? 2. Pikirkan tempat dimana
mereka berkumpul (Bisa Online, Bisa Offline).
Apa nama komunitas mereka? Page apa yang
mereka ikuti di social media? Siapa tokoh kesukaan mereka? cari sampai dapat!
Setelah dapat, mereka itulah target pasar
Anda.
Faktor T yang di maksud disini adalah Trust
alias Kepercayaan.
Sebelum belajar teknik-teknik jualan ini itu,
atau belajar strategi membuat jualan laris manis coba sejenak tanyakan ke
diri Anda.
“Apakah saat menjual sesuatu, Anda sudah
berusaha mendapat kepercayaan prospek Anda?
Banyak yang ingin jualannya laris manis, tapi
tidak sedikit yang mengabaikan Trust. Padahal Trust adalah fondasi dari
penjualan.
Sampai kapanpun, calon pembeli tidak akan
memberikan uang mereka jika mereka tidak percaya dengan penjualnya.
Tanpa kepercayaan, mustahil ada
penjualan.
Jika Anda ngotot jualan tapi sebelumnya Anda
tidak berusaha mendapatkan Trust dari pasar, maka Anda harus siap menelan
kenyataan pahit. Seperti banyak orang janji
transfer, tapi ujungujungnya gak jadi. Atau pembeli hanya bertanya berapa
harganya, setelah itu mereka kabur tidak
meninggalkan jejak, hehe.
Sebaliknya, jika calon pembeli Trust ke Anda,
maka Anda tidak perlu promosi yang bombastis, cukup sedikit memberi
info maka akan closing. Produk yang mahal,
akan tetap terjual. Mereka membeli lebih banyak, bahkan mereka akan memaafkan
sedikit kesalahan Anda jika mereka sudah
percaya dengan Anda.
Itulah gunanya Trust dalam penjualan.
Jadi, tugas pertama Anda sebelum mulai jualan
adalah mendapatkan Trust calon pembeli.
Lalu
Apa Solusinya?
1. Berikanlah manfaat ke pasar sebelum mulai
jualan.
2. PDKT dulu dengan prospek sebelum mulai
promosi.
3. Jalin interaksi yang konsisten dengan
mereka, jangan datang pas ada maunya saja.
4.
Utamakan kenyamanan calon pembeli, jangan memaksa saat menawarkan.
5. Kumpulkan testimoni kepuasan pembeli Anda
sebelumnya.
6. Bangun personal brand yang baik
Maksudnya adalah promosilah di media yang
tepat.
Di Indonesia tidak ada media promosi yang
terbaik, yang ada adalah Media Promosi yang tepat. Tepat artinya bisa
menghubungkan kita dengan target pasar.
Percuma jika kita promosi tapi targetnya gak tau penawaran kita, hehe.
Setiap pasar punya media kesukaan. Ada target
pasar yang suka nonton TV, artinya promosi di Media TV adalah keputusan
yang
tepat. Dan ini macam-macam. Ada yang suka baca Koran, ada yang suka menggunakan
social Media, ada yang suka
berkomunikasi dengan social messenger,
Intinya beda pasar, beda Media promosinya.
Kesalahan ketiga yang di lakukan banyak orang
saat berjualan adalah mereka terlalu memaksakan menggunakan media yang
bahkan itu tidak di gunakan oleh target
pasarnya.
Setiap pasar, punya media favorit. Nah tugas
kita adalah promosi disana.
Jika Target pasar kita menggunakan WA, maka
kita promosinya menggunakan WA, jangan ngotot menggunakan Telegram.
Atau jika Target pasar kita pengguna aktif
Instagram, nah kita promo disana, bukan di Facebook.
Selain salah memilih media promosi, kesalahan
yang sering dilakukan berikutnya adalah tidak paham cara mengoptimalkan
media promosinya.
Padahal, beda media, beda cara
promosinya.
Kita tidak bisa menyamakan cara promo di BBM
dengan strategi Promo di LINE, ini berbeda.
Nah, jika tidak optimal cara menggunakannya,
tidak optimal juga hasilnya.
Lalu
Apa Solusinya?
1. Carilah Media yang paling banyak di
gunakan oleh target pasar Anda. Anda bisa melakukan riset atau melihat media
promosi yang digunakan kompetitor yang
menjual produk sejenis dengan Anda.
2.
Pelajarilah cara mengoptimalkan media
tersebut. Caranya dengan baca buku, atau ikut
kursusnya. Keluar uang sedikit untuk dapat uang lebih banyak tidak masalah.
Jika ingin menambah angka penjualan, rumus
nya mudah. Jawabannya adalah “perbanyak saja prospeknya”.
Jualan ke 10 orang itu hasilnya berbeda
dengan jualan ke 1000 orang.
Sayangnya, kesalahan banyak orang adalah
mereka ingin mendapatkan hasil banyak padahal prospeknya sedikit. Karena
inilah ujung-ujungnya jadi baper lah, sakit
hati dengan prospek yang janji transferlah, jengkel dengan prospek yang
cuma tanyalah, dan sejenisnya.
Tapi coba di balik, jika Anda punya 300 orang
yang tertarik dengan produk Anda, masihkah Anda sakit hati jika ada 1
orang
yang tidak jadi transfer?
Pasti Anda tidak sempat memikirkan itu,
karena harus banyak rekap orderan,
Jadi, jualan sepi bisa jadi karena prospek
Anda belum banyak. Cobalah perbanyak prospek Anda
“Semakin Banyak Prospek yang Anda Miliki,
Semakin Besar Hasil Penjualan yang Anda dapatkan”
Lalu
Apa Solusinya?
1. Tambah terus Prospek Anda setiap hari,
Semakin cepat Anda menambah Prospek, semakin bagus hasilnya untuk bisnis Anda
Disadari atau tidak, ini juga kesalahan yang
mengakibatkan hasil penjualan jadi tidak maksimal. Apakah itu?
Jawabannya adalah jualannya setengah
hati.
Padahal jika ingin dapat hasil yang banyak,
jualannya tidak boleh setengah-setengah.
Saya percaya jualan itu adalah transfer
keyakinan. Sebesar apa keyakinan penjual terhadap produknya, itu yang di
transfer
ke pembeli.
Saat penjual tidak yakin dengan produk yang
dijualnya, maka dia tidak bisa menyampaikan pesan penjualan dengan
sempurna.
Yang yakin saja belum tentu dapat pembeli, apalagi
yang gak yakin, hehe.
“Keyakinan Terhadap Produk Berbanding Lurus
dengan Hasil Jualan yang akan didapatkan”
Jadi Anda boleh ingat, saat jualan keyakinan
sangat menentukan, kalau penjualnya saja tidak yakin dengan produknya,
tidak mungkin produk tersebut akan laris manis.
Kesimpulannya,
Jangan jualan produk yang Anda sendiri tidak
yakin, capek, gak ada hasilnya,
Ini berlaku juga untuk produk premium. Produk yang harganya di atas rata-rata.
Saat menjual produk ini Anda mungkin akan
bertemu dengan calon pembeli yang keberatan dengan harga. Nah, keyakinan
Anda terhadap produk harus lebih besar
dibanding keyakinan calon pembeli yang mengatakan harganya mahal.
Kalau penjualnya saja mengiyakan produknya
mahal, apalagi pembelinya, bisa-bisa gak jadi closing tuh, hehe.
Bisa di pahami?
Lalu Apa Solusinya?
1. Jual produk tersebut ke diri sendiri dulu.
Jika Anda sangat antusias terhadap produknya,
artinya Anda yakin terhadap produk tersebut.
2.
Pelajari detail produk, ini juga akan menambah keyakinan.
3.Belajar
teknik-teknik jualan, karena semakin hebat skill jualan Anda, Anda akan semakin
pede saat berjualan.
Nah, itulah kira-kira 5 kesalahan yang
mengakibatkan penjualan tidak berujung transaksi.
Kita ulangi ya. .
1. Menawarkan produk ke bukan Target pasarnya
2. Ingin cepat Closing sebelum adanya Trust
3. Promosi di Media yang salah atau cara
promosinya salah
4. Ingin hasilnya banyak, tapi prospeknya
sedikit, dan
5. Menawarkan barang dengan keraguan
Jika ingin penjualannya laris, maka lakukan
sebaliknya, Ini aturan dasar dalam penjualan.
1. Tawarkann produk hanya ke Target pasarnya
2. Dapatkan Trust dulu, baru berniat closing
3. Promosi di Media yang benar dengan cara
yang benar
4. Tambah prospeknya jika ingin hasilnya
lebih banyak, dan
5. Menawarkan
barang dengan penuh keyakinan.
TEKNIK
MENJUAL CEPAT
Kita sama-sama tahu dengan jelas, salah satu
tujuan dari penjualan adalah dapat pembeli. Masalahnya. .
Gak semua pembeli sadar diri.
Ada calon pembeli yang kurang sadar.
Maksudnya kurang sadar kalau ditunggui,
Nah, agar mereka segera transfer, kita perlu
strategi tertentu namanya strateginya
adalah SUNTIKAN URGENSI
Artinya, kita memberikan "batasan"
kepada Calon pembeli, tujuannya agar mereka tidak menunda-nunda
Ingat ya,
Memberi celah pembeli utk menunda, itu
potensinya gagal closing alias gagal dapat transferan
“Jika Tidak Ada Batasannya, Calon Pembeli
Punya Pilihan Untuk Menunda beli Yang Ujung-Ujungnya Gak Jadi Transaksi”
Lantas bagaimana strategi ini bisa bekerja?
Pertama,
Pastikan penawaran Anda MENARIK, dan Anda
menginformasikannya kepada orang yang TEPAT
Saya ulangi,
Penawarannya menarik, dan penawaran itu
ditawarkan ke orang yang tepat alias orang yang memang butuh
Tanpa 2 hal ini, mustahil penawaran akan
dilirik
Selanjutnya, berikan alasan mereka untuk
PERCAYA Anda
Tanpa kepercayaan, mustahil ada penjualan
Berikan mereka testimoni, Anda bangun
personal Brand, berikan garansi, setting sedemikian rupa, intinya dapatkan
kepercayaan mereka.
Setelah syarat-syarat diatas terpenuhi,
Baru mainkan urgensinya
Silahkan gunakan strategi-stratgei di lembar
berikutnya.
Saya jabarkan 4 contoh
Yuk ke halaman selanjutnya.
1. Buat promo Harga hemat dengan waktu
terbatas
Contoh : "Hemat 60% hanya 3 hari
saja"
2. Sebutkan jumlah stock produknya, dan
beritahu jumlah prospek yang Anda punya Contoh : "Produk ini hanya
tersedia 5
saja, sementara info ini di sebarkan ke
ribuan orang”
3. Limitasi produk, jual produk dengan
keterbatasan yang di buat mencolok. Contoh : "Kesempatan Anda hanya kali
ini saja,
karena
produk ini tidak akan dibuat lagi"
4. Bonus pembeli tercepat Contoh :
5 pembeli pertama akan dapat bonus senilai 1
Juta"
Kebayang? Alhamdulillah.
Oh ya, saat menerapkan strategi ini Jangan
Bohong ya. Maksudnya katakan saja apa adanya.
Jika produk Anda masih banyak,
jangan katakan hanya tersisa 5. Jika memang
produk Anda tidak dibatasi stock, maka mainkan urgensi lainnya.
Kenapa tidak boleh berbohong?
Karena yang menggerakan orang membeli itu
Allah, bukan kebohongan kita
Bisa di pahami?
"Jika Tidak Ada Urgensinya, Maka Calon
Pembeli Tidak Akan Buru-Buru Transaksi"
AGAR
TERHINDAR DARI PHP
Banyak penjual merasa di PHP oleh calon
pembeli alias diberi Harapan Palsu. Kata mereka, “Calon pembeli janji transfer
tapi beberapa waktu kemudian tidak ada
kabar”.
Padahal kasus ini amat sangat sederhana.
Solusinya bukan teknis, tapi lebih simple dari itu.
Simak ya.!!!!
PHP terjadi karena penjual salah meletakan
harapan. Mereka meletakan harapan pada pembelinya. Berharap pembeli segera
transfer karena sudah janji. Mereka meletakan
harapan kepada skill, ilmu, teknik, jumlah database, strategi, atau apalah
namanya. Kadang mereka besikeras,
mengandalkan seluruh sumber daya untuk mendapatkan pembeli. Berharap kepada
kemampuan pribbadi yang sebenarnya.
Taruhlah harapan hanya kepada Allah Ta'ala
Berharaplah kepada yang mengatur alam semesta ini.
Allah tidak pernah mengecewakan hambaNya.
Jika mau terhindar dari PHP, jangan berharap
kepada pembeli, tapi berharap hanya ke Allah saja.
Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk kita
mendapatkan rezeki. . Benar?
Lagipula.
Bukan pembeli atau closing yang mencukupkan
hidup kita. Tapi yang mencukupkan itu Allah.
Kalau yang mencukupkan kita itu closing,
sudah lama yang closingnya sedikit-sedikit pada mati, hehe. .
Yang mencukupkan kita itu Allah. .
Tugas kita luruskan niat, Maksimalkan
ikhtiar, dan menyerahkan sepenuhnya hasilnya kepada Allah Ta'ala.
Ikhlas Total, dan kita akan terhindar 100%
dari PHP jualan ^^
Dalam penjualan ada 2 hal ini yang sifatnya
mutlak.
Pertama, sesuatu yang bisa di kendalikan
alias di kontrol. Kedua adalah sesuatu yang tidak bisa di kontrol
Nah, Apa yang tidak bisa kita control dalam
penjualan?
Jawabannya adalah "HATI PEMBELI".
Hati pembeli, tidak bisa kita kontrol. .Mereka beli atau tidak, itu yang
menentukan
adalah Hati mereka. Hati mengatur respon,
pikiran, mood, dan lain-lain.
Karena kita tidak bisa mengatur hatinya. .
Itu artinya "Kita tidak bisa memaksa orang lain membeli produk kita".
Saya tidak pernah menemukan suatu teknik
penjualan yang bisa memastikan orang membeli 100%. Pasti dari seluruh prospek,
ada saja yang batal membeli. Tidak masalah. .
Nah, Jika itu tidak bisa kita pastikan,
lantas apa yang seharusnya kita lakukan? Jawabannya adalah
"memaksimalkan yang bisa kita
kontrol" Kita bisa menambah prospek kita
Kita bisa memperindah penawaran kita
Kita bisa memilih produk yang mau kita jual,
dan pilihlah produk yang manfaatnya banyak
Apapun sikap pembeli, jutek, gak balas chat
kita, janji transfer tapi gak jadi-jadi, dan lain-lain, itu diluar kuasa kita.
Sikap pembeli boleh ngawur, tapi kita bisa
memilih untuk tetap jadi penjual yang menyenangkan ^^
Jadi, kendalikan yang bisa kita kendalikan.
Sebagai penutup. . Ingatlah. .
Hati pembeli itu yang bolak balik Allah,
bukan teknik-teknik kita. .
Teknik hanya pendekatan, bukan yang
memastikan.
Ada yang bisa kita kendalikan, ada yang tidak
bisa kita kendalikan dan fokuslah kepada yang bisa Anda kendalikan.
“PHP Terjadi Karena Sang Penjual Salah
Meletakan Harapannya. Letakanlah Harapan Hanya Kepada Yang Maha Kuasa
Karena Allah Tidak Pernah Mengecewakan
HambaNya”
WASIAT
JUALAN
Sebagai materi penutup Ebook ini saya ingin
sekedar mengingatkan. Jika Anda ingin mengembangkan skill jualan Anda,
inilah 4 hal sederhana yang perlu Anda
lakukan.
Jika merasa kemampuan masih kurang, dan
target-target tidak tercapai, itu adalah sinyal bahwa kita perlu belajar.
Dan saat belajar jangan sesekali saja.
Belajarlah sampai liang lahat, itu pesan Rasulullah. Belajar dengan konsisten
nanti hasilnya akan konsisten juga.
Saya ingat saat dulu dimana uang terakhir
Saya harus Saya gunakan untuk membeli buku, atau disaat mepet Saya ikut kursus
yang harganya lumayan. Tapi keputusan
tersebut tidak Saya sesali, justru malah Saya syukuri.
Jadi teruslah belajar.
Belajar saja tidak cukup, ilmu yang di
pelajari wajib untuk di amalkan, maka praktiklah.
Saat praktik, belum tentu langsung
menghasilkan, oleh karena itu praktiklah terus-terusan.
Praktik terus sampai Anda terbiasa dengan
ilmu yang telah Anda pelajari.
Jika ingin hebat jualannya, maka perlu
praktik setiap waktu.
Saat jualan, keluarkan seluruh kemampuan
Anda. Kerahkan seluruh strategi yang Anda ketahui agar penjualan Anda maksimal.
Jangan malas-malasan jualan.
Usaha sampai mentok. Kalau belum mentok
artinya masih ada yang masih bisa Anda lakukan, hehe.
Berserah diri sepenuhnya dengan Allah Ta’ala.
Semua yang terjadi didunia ini karena kehendakNya. Ingat,
yang menggerakan orang lain untuk membeli
adalah Allah Ta’ala, bukan teknik-teknik kita.
Bisnis Itu 100% Bermasalah, Dan Dalam Bisnis,
Masalah Yang Pertama Kali Harus di Selesaikan Adalah Masalah Penjualan.
oke,,, inti dari semua bisnis adalah
penjualan.

No comments:
Post a Comment
silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik!
bersikaplah bijak dalam segala hal akan lebih baik
terimakasih.